Penjual Roti Yang Kelaparan
(c) blogspotApa arti sebuah kesuksesan bagi penjual roti ini?
Kisah ini bermula dari sebuah kota yang tidak memiliki toko kue yang
menjual roti yang enak. Seorang pria yang telah berkeluarga dan memiliki
seorang putri melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan untuk
membangun usaha toko roti. Pasti dia akan berhasil jika berhasil
menjual roti yang rasanya enak dan disukai banyak orang.
Akhirnya, setelah berlatih membuat kue, pria tersebut membangun sebuah
toko kecil di samping rumahnya. Seperti yang sudah dibayangkan oleh si
pria, toko rotinya laris manis dan selalu diserbu pembeli. Melihat hal
ini, sang penjual roti merasa senang karena usahanya telah berhasil dan
dapat semakin berkembang dalam waktu yang singkat.
Berita kelezatan roti ini menyebar ke seluruh negeri, mereka bahkan rela
antri untuk mendapatkan sepotong roti yang dibuat oleh pria tersebut.
Dengan fakta tersebut, sang pria semakin menaikkan kualitas roti
buatannya. Dia memilih tepung terbaik, telur dari peternakan terbaik,
dan selalu turun tangan sendiri membuat seluruh roti tersebut. Dari pagi
hingga malam, sang pria mendedikasikan hidupnya untuk melayani
kepuasan para pelanggan roti.
Tentunya pundi-pundi keuangan keluarga si pria penjual roti mengalami
kenaikan. Si pria merasa hal itu akan cukup untuk membahagiakan keluarga
dan anak istrinya. Bahkan dia mulai melupakan nasihat sang istri untuk
banyak beristirahat atau ajakan anaknya untuk makan siang bersama.
Seluruh waktu si pria sudah habis untuk membuat roti dan melayani
pelanggan setianya.
Waktu terus berjalan, toko roti semakin berkembang, tetapi kesehatan si
pria semakin menurun. Dia telah lelah bekerja untuk kebahagiaan
pelanggannya, sehingga dia bahkan tidak sadar bahwa putri kecilnya saat
ini telah menjadi remaja yang cantik, dia juga tidak ingat kapan
terakhir kali mencium pipi istrinya. Pada akhirnya, si pria tersebut
hanya menjadi pria tua yang sakit-sakitan dan kelaparan sekalipun
hidupnya selalu dikelilingi oleh roti yang lezat.
Sahabat, tentunya baik apabila kita bisa memberikan yang terbaik untuk
orang lain. Tetapi apakah Anda sudah memberikan yang terbaik kepada diri
sendiri dan orang yang selama ini menyayangi Anda? Membagi waktu
dengan bijak harus dilakukan, jangan sampai Anda mementingkan orang
lain dan lupa akan kebahagiaan diri sendiri dan orang yang Anda sayang.

Posting Komentar